| http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2600139 | ||
| Sebuah surat elektronik yang berkesan untuk dibaca dan direnungi? Apakah kita tidak merasa malu atas segala nikmat yang telah kita dapatkan? Semoga yang membaca dapat tergugah,Salam Saladin Siregar |
halo teman-teman. .
ada yg nyadar gak dengan ‘besi tua’ yang berwarna loreng biru-putih yang ter-onggok di hanggar kita?
ada yg mesti kita baca neh dari forum sebelah..
silahkan komen, pendapat, saran dan lainnya..
———— ——— ——— ——— ——— ——— -
———— ——— ——— ——— ——— ——— -
Memang miris nasib F2158, cuman dikubur aja di hanggar kampus, sayang sekali… dan otoritas yang berwenang tersebut kurang peka terhadap sejarah..
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ****
maaf agak OOT :
Maaf ya , buat saya F2158 tetap dikubur..apapun alasannya… beberapa waktu yang lalu, sehubungan dengan AEROEXPO ITB, saya sempat mampir ke hanggar F2158 lagi, melihat kondisinya, apakah memungkinkan untuk dikeluarkan saat acara tersebut.
ada beberapa rekan yang tertarik untuk membantu, daripada F2158 hanya diam duduk manis disana.. tapi apa daya, ternyata feedback dari otoritas yang berkuasa disana malah responnya tidak masuk akal…
salah satu jawaban yang buat saya sangat menggelikan adalah :
- “gimana kalau pesawat ini lecet, siapa yang mau ganti??” sampe ga bisa comment saya mendengar hal itu.. well hello, this is a fighter jet, dibuat untuk segala situasi, no worries….
- trus ada lagi yang bilang : loh ini kan pesawat russia, nanti kan mau mengundang pabrikan dari US / Eropa, gimana tuh, kan bisa berseberangan. …. ckckckkckc.. ..unless those person forgot….we are not in the cold war era anymore gentlemen…
saya tetap menyarankan kalau bisa F2158 di keluarkan, karena that bird is your icon… and the faculty should be proud of it.. (kalau alasannya kali ini di masalah dana, saya sudah sempat mengusulkan cara mengatasinya. ….)
Coba tanya ke otoritas yang terhormat, apakah mereka tau, kalau mereka punya mesin TU16 ex AURI, yang hanya di diamkan begitu aja dibelakang?? ?
just FYI : hanya ada penampakan 5 engine TU 16 AURI sampai saat ini, dan salah satunya ada di ITB… 4 lagi masih terpasang di pesawat yang sekarang ada di museum dan monumen.
[b]Personal Opinion :[/b] saya sendiri sampai kagum melihatnya, dan berpikir, betapa harusnya fakultas ini bangga, dikasih kepercayaan untuk mempelajari teknologi – teknologi AURI, yang berupa bendanya asli, bukan hanya gambar komputer, manual book, dll dll….tapi apa daya.. itu hanya pendapat saya…
salam.
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ****
Agak gatel pengen nanggepin tulisan diatas about 2158… Mohon maaf kalo agak panjang.
The proud of being operator of MIG-21.
Temen2 yang suka sejarah pasti tau perang 6 hari antara Israel-Arab. Dimana salah satu andil Israel menang gara2 dicurinya MIG-21 Irak lewat pilot Irak Munir Redfa yang di dekati oleh Israel. Betapa menakutkannya MIG-21 bagi dunia barat pada saat itu dan at any cost barat harus bisa mendapatkan pesawat itu. Kita di Indonesia juga demikian menakutkan bagi dunia barat pada saat Presiden Soekarno memborong armada dari Russia hanya utk persiapan perang merebut Papua Barat, dan betapa Amerika sampai harus memperingatkan Belanda utk sebaiknya gak usah bertempur dgn Indonesia utk mempertahankan Papua Barat. Temen2 juga pasti pada tau bahwa the 1st complete MIG-21 yang dimiliki USA itu dari Indonesia utk ditukar dgn tambahan pesawat hercules, pesawat latih dan helicopter (CMIIW). Betapa kalo dilihat dari sejarah, MIG-21 adalah legenda dan we have to be proud as the one of its operator.
Nah sekarang present day…..
Gw aja sebagai orang awam bangganya setengah mati kalo pernah punya MIG-21. Lupa tepatnya tapi yang pasti selain di dalem negeri ada bbrp MIG-21 kita yang bertebaran di Museum2 di negara barat. Nah… khusus yang di ITB sepengatahuan saya itu adalah sisa terakhir dari MIG_21 kita di dalam negeri yang masih dalam kondisi utuh… dan saya yakin rekan2 di TNI-AU juga bangga masih punya MIG-21 yang utuh… Kalo saya sih punya barang bagus pasti saya tunjukin ke temen2 saya… nih lho.. saya punya barang yang jadi Legenda. Memang sih 2158 berperan sebagai laboratorium hidup… tapi secara keseluruhan gak hanya mesin atau unsur tehnik aja khan yang penting. Unsur sejarah dan penugasan lah membuat suatu barang jadi Legenda.
Hanya menyayangkan gak bisa liat 2158 secara fisik pas pameran kemarin….. yang mana gak boleh dikeluarkannya 2158 kalo menurut saya agak2 ridiculous. (Dengan melihat penuturan om r_adrie)…. masa bisa bangun bangunan baru tapi gak bisa ngeluarin 2158.
ITB must be proud to owned this bird.
Just my opinion…. have a nice day.
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ****
Jadi sedikit terusik nih dengan status F2158 yg sekarang teronggok “manis” di hanggar ITB… numpang ngasih comment ya mas2… beberapa waktu yg lalu saya diajak mas XXXXX utk “ziarah” ke hanggar anak2 aero di ITB dan waw.. apa yg saya temukan,seperti menemukan harta karun…saya yakin hampir sebagian besar masyarakat bandung sendiri pasti ga tau kalo di kota mereka ada salah satu pesawat tempur gagah yg paling dicari2 negara barat dahulu kala. Pesawat itu adalah MIg 21 yg masih complete (walau sudah sedikit di modif)… terus terang saat itu saya begitu terharu masih bisa menyentuh legenda yang dahulunya sangat ditakuti musuh dan sempat membuat AURI disegani di ASIA. Namun sangat disayangkan. …untuk sekelas “legenda” dan kebanggaan RI…apalagi seharusnya bisa jadi kebanggaan almamater di ITB perlakuan untuk beliau sangat TIDAK LAYAK!!!
Saya sangat setuju dengan istilah mas XXXX yg mengatakan F2158 “dikubur” di tempat yang seharusnya orang-orangnya bisa lebih menghargainya. Bagi yg sudah melihatnya tentu mengerti kenapa sperti itu. Bukankah seharusnya pihak pengelola kampus berterimakasih dengan diberikannya pesawat yg tidak sembarang pihak bisa mendapatkannya, dengan cara merawat dan memperlakukannya dengan baik.
Okelah kalo memang F2158 dihibahkan dan selanjutnya dijadikan laboratorium bla-bla-bla. .. semoga bisa diambil manfaatnya.. .. tapi coba dulu tanya mahasiswanya. .. apa mereka pernah gunakan? lebih tepat lagi apa kurikulum di ITB pernah secara resmi menggunakan pesawat Mig sebagai wahana Praktek ???? … dan ternyata benar jawaban mereka…
mereka tidak tau-menau sama sekali dengan status dan fungsi pesawat tsb, hanya sebagai pajangan pelengkap penderita bahwa inilah yg namanya pesawat terbang titik…mungkin dalam kurun waktu 10 thn kebelakang ini cara menggerakkan motor hydrolic tambahan ataupun fungsi masing2 alat juga mereka ga tau.. padahal mereka para mahasiswa itulah yg jadi pemiliknya. Apalagi dijadikan sebagai Laboratorium wah…nonsen! jadi maaf kalo mas YYYYY mengatakan F2158 cukup terawat sesuai tugasnya sebagai lab hyd..dll. Saat ini kondisinya cukup memprihatinkan khususnya kondisi sistem hydraulic tambahan (oil hydraulic bocor dimana2) juga ada beberapa instrumen yg hilang dari cocpit.
Dari pada pesawat tersebut “terkubur” di hanggar…. dimanfaatkan tidak dipajang juga enggak…. mungkin hemat saya lebih baik dicarikan tempat yang lebih representatif untuk beliau….. jangan disamakan dengan “alat2 uji fungsi” di lab sekitarnya yg bisa diabaikan bila tidak berguna lagi. mungkin para mahasiswa dan staf pengelola kampus juga harus lebih belajar lagi dari sejarah Indonesia dan perjuangannya. Bukankah bangsa yg besar adalah bangsa yg menghargai jasa2 para pahlawannya.
Mudah2an di acara aeroexpo ITB bulan ini bisa membuka mata para pengelola kampus dan rela mengulurkan dana sekedarnya untuk keberadaan pesawat bersejarah kita disana.
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ****
Jelas disini ada yang salah, tidak pernah adanya kepedulian terhadap F2158 disana, dan selalu yang terkena salah adalah ruwetnya birokrasi dll…
Justru harapan kita adik adik yang masih berkuliah di sana, tolonglah berbuat sesuatu… biar mata birokrat tersebut terbuka…
Apa karena angkatan per angkatan mengikuti tradisi ketidakpedulian, sehingga masa bodo??
rata rata mahasiswa berkuliah 4-5 tahun, dan tindakan ini sudah seperti tradisi…, kalau memang ada kesadaran, mbok ya digalakan lah suatu kegiatan internal dahulu… kami peminat dirgantara yang di luar ingin membantu, tapi apa daya kalau dari kalian sendiri tidak ada suatu niatan & tindakan nyata… berapa bulan sudah berlalu sejak kunjungan terakhir kesana, things to do sudah diberikan, sudah dijabarkan, tapi sampai sekarang hasilnya tetap nol…malah feedback/updated pun tidak ada..
saya jadi ingin menelusuri apakah status F2158 ini dihibahkan, pinjam pakai / gimana….biasanya pesawat ex AURI / TNI AU tersebut dpinjamkan dengan tidak tertutup kemungkinan untuk ditarik kembali ke Lanud terdekat, dan kalau memang demikian, rasanya perlu dipertimbangkan lagi keberadaan F2158 disana…
lebih baik ditaruh ditempat yang jauh lebih layak dibandingkan di “peti mati” tersebut… lebih baik F2158 ditaruh di museum, jadi bisa dipergunakan & dilihat oleh orang banyak sebagai bukti sejarah yang masih ada (mig 21 AURI yang terakhir UTUH yang masih bisa dilihat)…dibandin gkan kondisinya seperti sekarang…
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ****
Masih teringat ketika berdiskusi dengan mas XXXX tentang bagaimana mengeluarkan pesawat tersebut dari tempat persembunyiannya. ..
Berbekal foto-foto situasi hanggar Mig tersebut kami berdiskusi cara untuk mengeluar pesawat tersebut…” SULIT..Sangat SULIT” jika melihat situasinya, namun sulit bukan berarti tidak bisa..menurut saya hal tersebut masih memungkinkan untuk di keluarkan..
Memang beberapa bagian pesawat seperti Wing, Vertical dan Horizontal Stabilizer harus dilepas….. dan mungkin hal ini yang menjadi hal yang sangat dikhawatirkan oleh pihak ITB…apakah dapat berfungsi seperti sediakala..? Jika kita melihat permasalahan sebagai suatu tantangan… .maka kita akan berusaha menggunakan segala kemampuan dan akal untuk mengatasi tantangan tersebut, namun jika kita melihat sebaliknya.. .maka kita tidak akan berbuat sesuatu.
[quote]“gimana kalau pesawat ini lecet, siapa yang mau ganti??” sampe ga bisa comment saya mendengar hal itu.. well hello, this is a fighter jet, dibuat untuk segala situasi, no worries….
[/quote]
Hehehe…..setahu saya banyak perwira TNI AU yang melaksanakan tugas belajar di ITB, bahkan beberapa diantaranya diantaranya telah memiliki jabatan yang cukup strategis. Maksud saya begini, jika terjadi sesuatu..kalian dapat berkoordinasi dengan pihak TNI AU, apalagi di sana (Husain Sastranegara/ Bandung) terdapat Depohar yang mampu meretrofit Hercules…apalagi hanya mengeluarkan sebuah Mig dari hanggarnya.
Jika Pemda sebuah Kabupaten dapat berkoordinasi dengan TNI AU dalam memelihara monumennya, masak ITB yang telah memiliki MoU dengan pihak TNI AU tidak dapat berkoordinasi.
Saya yakin, jangankan hanya dikeluarkan dari hanggar ITB….jika perlu seluruh sistem di pesawat tersebut dapat diperbaiki dan berfungsi seperti sediakala.
———— ——— ——— ——— ——— ——— -
———— ——— ——— ——— ——— ——— -
apa pendapat kalian?



Komentar-komentar